BMW M5 Forum and M6 Forums banner

1 - 1 of 1 Posts

·
Registered
Joined
·
1,924 Posts
Discussion Starter #1 (Edited)
Grand launching of Nokia 9500 communicator was in Gran Melia Hotel, Jakarta, Indonesia in a two-day seminar on Thu and Fri, Oct 28-29 2004.

The price is $1043 but the were soon out of stock.
My friend waited in the Hotel for 4 hours to get his new communicator.

Since last Saturday the street price is $1483 !!
A small cellular shop can sell around 75 units per day !! Amazing numbers.

I guess Indonesia is the largest consumer of Nokia Communicator series. I don't see why any housewives need to use a Communicator but many bought 9210i in the last two years. I guess it's a fashion statement .

Quite interesting to see that they launched it in Indonesia ahead of any other countries, not even in Findland in guess.

=======================================

Here's the news in Indonesia, you can translate it :

http://www.waspada.co.id/serba_serbi/iptek/artikel.php?article_id=54158

30 Okt 04 14:06 WIB
Jangan Buru-Buru Beli Nokia 9500
Jakarta, WASPADA Online


Nokia 9500 Communicator resmi diluncurkan hari ini. Meski pihak manajemen Nokia Indonesia meluncurkan dengan harga resmi Rp9,5 juta, di pasar harganya bergejolak Rp3-4 juta lebih mahal dari harga itu.

Konsumen di Indonesia memang menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi terhadap produk terbaru dari Nokia ini. Pada acara peluncuran yang berlangsung dua hari di Gran Melia Jakarta, tampak antrian panjang yang menunggu giliran untuk mendapatkan produk canggih ini.

Wahyu, salah seorang pegawai sebuah toko penjual ponsel di bilangan Pondok Indah, mengaku kewalahan untuk memenuhi permintaan konsumen akan produk ini.

"Hari pertama, Nokia 9500 langsung habis 75 unit. Hari ini karena persediaan agak sulit, harganya langsung naik menjadi Rp12,5 juta," katanya, Jumat (29/10). "Barangnya sempat kosong, tapi hari ini barangnya sudah ada hanya saja belum disebar ke autlet-autlet," imbuhnya.

Sebuah toko di kawasan ITC Roxy Mas, sebuah kawasan penjualan ponsel terbesar di Asia Tenggara, juga memasang harga super tinggi untuk seri terbaru Communicator ini.

"Harganya sekarang Rp13,5 juta. Hari ini kita ada barangnya, kemarin memang sempat kesulitan barang," kata Alex, pemilik toko ponsel yang ada di Roxy dan ITC Cempaka Mas. "Hari ini kita ada sekitar 15 unit, tapi baru di Roxy saja, di toko yang di Cempaka Mas belum ada. Ini pasti akan cepat habis, karena yang nyari banyak sekali," tuturnya.

Alex mengatakan, harga yang dipatoknya hari ini memang tinggi disebabkan karena tingginya permintaan, sementara barang yang ada terbatas.

"Kita juga susah mendapatkan barangnya. Di Nokia juga kosong. Makanya kita juga berani beli Rp11,5 juta kalau memang ada yang mau jual segitu ke kita," katanya.

Sebuah toko di ITC Fatmawati, Jakarta Selatan, juga menjual Communicator terbaru ini dengan harga Rp13,5 juta.

Memang sudah hukumnya, perminataan tinggi yang dibarengi dengan kurangnya pasokan barang di pasaran, akan menyebabkan harga produk melambung tinggi.

"Itu biasa dalam bisnis. Kalau stok kurang sementara yang minta banyak, harga pasti naik," kata Tongky, pemilik sejumlah toko ponsel yang mengaku belum menetapkan harga untuk Communitor 9500.

Menurut Alex, tingginya animo masyarakat akan produk ini, kemungkinan akan menyebabkan Nokia juga menaikkan harga resminya.

"Kita berani beli dengan harga tinggi, kalau kondisinya seperti ini terus, kemungkinan Nokia juga akan menaikkan harga resminya," paparnya.

Hal ini ditampik Nokia Indonesia.

"Sampai sejauh ini kita tidak ada rencanan menaikkan harga. Harga yang berlaku di toko itu di luar kontrol Nokia. Yang jelas karena ini produk baru, jumlah yang diproduksi memang masih terbatas," kata Legi Soegianto, Asisten Product Marketing Manager Nokia Indonesia.

"Kita tidak ada maksud menghalang-halangi pasokan barang ke pasar, hanya untuk menaikkan harga. Ini terjadi karena memang barang yang tersedia belum langsung banyak. Mungkin minggu-minggu berikutnya stok sudah mulai stabil," kata Legi.

Legi menolak menyebutkan persediaan produk yang dimiliki Nokia di awal peluncuran. "Data itu off the record," katanya.

Prestise dan simbol status bisa jadi merupakan alasan di balik tingginya minat masyarakat terhadap produk yang dilengkapi Wi-Fi ini. Selisih harga hingga Rp4 juta tampaknya tidak menjadi soal bagi konsumen Jakarta. Desakan keperluan akan ponsel dengan utilitas kantor bergerak dan fitur konektivitas tinggi, sepertinya mengalahkan alasan gengsi dan simbol status tadi.

Terlebih momen menjelang Lebaran, memiliki ponsel terbaru bisa jadi merupakan keharusan bagi banyak orang yang bersiap untuk mudik. Kalau memang tidak terlalu mendesak, akan lebih bijak kalau konsumen menunggu sampai harganya stabil.

============================
 
1 - 1 of 1 Posts
Top